Close sidebar
Advertisement
Minibus Terjun 50 Meter ke Jurang Lembah Anai, Nasib Tujuh Penumpang Tragis? | Perkuat Reformasi Birokrasi, Bawaslu Kota Padang Tekankan Implementasi Nyata dalam Pengawasan | Massa NasDem Geruduk Kantor Tempo Protes Sampul Karikatur Surya Paloh | Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Energi serta Tantangan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global | Kritik Dikecam, Kekuasaan Diamankan, GMNI Sumbar: Gerakan Mahasiswa Disandera Kepentingan? | Maraknya Pelecehan Seksual pada Anak Sekolah: Saatnya Peran Guru BK Diperkuat | PDI Perjuangan Agam Merandang Bersama Warga Palembayan | KLAIM SEPIHAK , agenda DPC GMNI Bukittinggi silaturahmi dengan DPP GMNI bukan Konsolidasi | Jalan Pulang Pemuda Desa Menuju Kedaulatan Pangan Nasional | Mahasiswa KKN UNP Sosialisasikan POC dan Pestisida Nabati di Nagari Simpang Sugiran | KKN UNP Perkuat Kebun Dasa Wisma di Durian Kapeh Darussalam | 21 Mahasiswa, Satu Pengabdian Besar: Jejak KKN Universitas Andalas di Pasia Laweh | Bawaslu Kota Padang dan GMNI Perkuat Kolaborasi Dorong Pengawasan Partisipatif Mahasiswa | Padang Rencanakan “Car Free Night” untuk Revitalisasi Kawasan Kota Tua | Perkuat Peran Pramuka, Saka Adhyasta Pemilu Kota Padang Resmi Dilantik | Mahasiswa KKN Pakandangan Universitas Andalas Gelar Edukasi SeksualAnak di SD Negeri 12 Enam Lingkung | Pengajian Akbar Subuh Bersama Syekh Abdullah Jaber, Jamaah Padati Masjid Baitul Makmur Nagari Minangkabau | BKPRMI Salurkan Wakaf Al-Qur’an di Nagari Pasia Laweh, Dibersamai Mahasiswa KKN Universitas Andalas | Menakar Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana Kota Padang: Sebuah Ikhtiar Kemanusiaan dan Kebijakan | Konfercab II GMNI Kota Bukittinggi Resmi Dibuka, Dihadiri Wakil Ketua DPRD | Mahasiswa KKN UNAND Bangun Pegangan Jalan untuk Lansia di Lubuk Paranggai | Mahasiswa KKN Unand Sosialisasi Hak dan Kewajiban Warga Negara di SDN 08 Salibawan | Survei Polstra: 75,6 Persen Warga Dharmasraya Puas Terhadap Kinerja Annisa-Leli | Di Tengah Tenda Bencana, Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam | ZFoundation Semarang Bersama IADP Gelar Volunteer Trauma Healing di Nanggalo Padang |
Nasional Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Viral! Bocah 9 Tahun di Sukabumi Bakar 13 Rumah, Terinspirasi Game dan Film Aksi

Viral! Bocah 9 Tahun di Sukabumi Bakar 13 Rumah, Terinspirasi Game dan Film Aksi

SUKABUMI – Siapa sangka, dalang di balik terbakarnya 13 rumah warga di Kota Sukabumi bukanlah penjahat ulung, melainkan seorang bocah lelaki berusia sembilan tahun. Bocah ini diduga meniru adegan dari film aksi dan game online yang biasa ia tonton, dan nekat menyulut api ke rumah-rumah warga di Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang.

Rentetan kebakaran dimulai sejak Rabu (30/4) saat waktu Magrib. Rumah warga tiba-tiba dilalap si jago merah tanpa sebab jelas. Kebakaran kembali muncul usai salat Isya, lalu Subuh, hingga dalam satu pekan, total 13 titik api menghanguskan rumah warga.

Ketakutan dan kecemasan menyelimuti permukiman. Warga mulai berjaga dan meronda malam. Kecurigaan mereka terbukti pada Sabtu (3/5) dini hari. Seorang bocah tertangkap tangan membawa korek api gas dan mencoba membakar rumah.

Setelah diamankan dan diperiksa oleh polisi, bocah itu mengaku tak memiliki motif selain “ingin coba-coba.” Ia meniru apa yang sering ia lihat di game dan film aksi: membakar, menghancurkan, lalu lari. Tidak ada motif dendam, tidak ada perintah siapa pun—murni karena pengaruh tontonan.

“Pelaku masih di bawah umur. Ia meniru adegan kekerasan dari game dan film, lalu mencoba melakukannya di dunia nyata,” ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Tatang Mulyana.

Minibus Terjun 50 Meter ke Jurang Lembah Anai, Nasib Tujuh Penumpang Tragis?

Mengingat pelaku masih anak-anak, polisi bersama tokoh masyarakat memutuskan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Bocah itu kini dalam pengawasan ketat orang tuanya dan mendapat pembinaan khusus.

Namun peristiwa ini meninggalkan jejak trauma bagi para korban. Warga kini bahu-membahu memperketat keamanan lingkungan dan menghidupkan ronda malam.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi orang tua: apa yang dikonsumsi anak lewat layar bisa berdampak nyata. Kurangnya kontrol terhadap konten digital dapat memicu tindakan ekstrem, bahkan pada usia semuda ini.


Redaksi [ngerti.id] mengajak pembaca untuk lebih waspada terhadap pengaruh konten digital terhadap anak-anak. Edukasi, pengawasan, dan literasi digital adalah kunci utama.

Massa NasDem Geruduk Kantor Tempo Protes Sampul Karikatur Surya Paloh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *