Oleh: Nada Aprila Kurnia (Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas)
Tanah Datar, sumbar.ngerti.id — Suasana Masjid Baitul Makmur, Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026. Sejak usai Salat Subuh berjamaah, ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti Pengajian Akbar Subuh bersama Syekh Abdullah Jaber dan Tim Syiar Dakwah Yayasan Takmuru Ilal Qur’an.
Pengajian akbar ini diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Baitul Makmur, yaitu Syaiful Abrar, sebagai bagian dari peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Kehadiran Syekh Abdullah Jaber, ulama dan pendakwah muda asal Madinah, Arab Saudi, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ia dikenal luas sebagai adik kandung almarhum Syekh Ali Jaber dan penerus dakwah sang kakak yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2000 bersama keluarga.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Nagari Minangkabau, Bapak Akbar, S.Hum, DT. Majo Indo Nan Itam, tokoh masyarakat, anak-anak sekolah, serta masyarakat umum. Acara dibuka oleh pembawa acara, Rizaldi Afrianza, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wali Nagari Minangkabau yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut serta antusiasme masyarakat yang tinggi.
Sebelum tausiyah dimulai, Tim Syiar Dakwah Yayasan Takmuru Ilal Qur’an memperkenalkan secara singkat profil yayasan dan silsilah keluarga Syekh Abdullah Jaber. Setelah itu, acara inti sepenuhnya diisi oleh Syekh Abdullah Jaber dengan penyampaian tausiyah dalam Bahasa Indonesia, sehingga mudah dipahami oleh seluruh kalangan jamaah.

Dalam ceramahnya, Syekh Abdullah Jaber menekankan pentingnya salat sebagai inti dari peringatan Isra Mikraj. Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengejar kuantitas ibadah, tetapi juga memperhatikan kualitasnya.
“Dalam peringatan Isra Mikraj ini, hal yang perlu diperhatikan adalah salat, khususnya kekhusyukan dalam melaksanakannya. Jangan hanya fokus pada seberapa banyak kita salat, tetapi perhatikan bagaimana cara kita salat. Yang paling diridhai Allah adalah salat yang dilakukan dengan bacaan yang baik, penuh kekhusyukan, dan istiqamah. Salat yang konsisten itu lebih baik,” ujar Syekh Abdullah Jaber.
Antusiasme jamaah terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab. Jamaah, baik perempuan maupun laki-laki, diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Syekh Abdullah Jaber. Suasana semakin hidup ketika jamaah yang mampu menghafalkan doa yang dibagikan mendapatkan hadiah berupa buku karya almarhum Syekh Ali Jaber berjudul Rahasia Pintu-Pintu Keberkahan & Rezeki. Tak hanya itu, Syekh Abdullah Jaber juga mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan sederhana yang disertai hadiah uang tunai, sehingga menambah keceriaan dalam kegiatan tersebut.
Pengajian Akbar Subuh ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas ibadah, khususnya salat, serta menjadi penguat spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih siap dan khusyuk.




Komentar