Close sidebar
Advertisement
GMNI Sijunjung: Ada Upaya Membonceng Nama Organisasi untuk Mendukung Polisi! | Vasco Ruseimy Kecelakaan di Jalur Solsel–Padang, Sempat Rasakan Situasi “Dekat dengan Maut” | Perkuat Akar Rumput, GMNI UNP Cetak Generasi Pejuang Pemikir Baru di Kota Padang | Gelar Sarjana Jadi “Beban”? Ribuan Lulusan di Sumbar Terjebak Pengangguran, Ada Apa? | Rem Blong, Truk Muatan Hantam Tiga Mobil di Jalur Penurunan Padang Besi | Minibus Terjun 50 Meter ke Jurang Lembah Anai, Nasib Tujuh Penumpang Tragis? | Perkuat Reformasi Birokrasi, Bawaslu Kota Padang Tekankan Implementasi Nyata dalam Pengawasan | Massa NasDem Geruduk Kantor Tempo Protes Sampul Karikatur Surya Paloh | Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Energi serta Tantangan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global | Kritik Dikecam, Kekuasaan Diamankan, GMNI Sumbar: Gerakan Mahasiswa Disandera Kepentingan? | Maraknya Pelecehan Seksual pada Anak Sekolah: Saatnya Peran Guru BK Diperkuat | PDI Perjuangan Agam Merandang Bersama Warga Palembayan | KLAIM SEPIHAK , agenda DPC GMNI Bukittinggi silaturahmi dengan DPP GMNI bukan Konsolidasi | Jalan Pulang Pemuda Desa Menuju Kedaulatan Pangan Nasional | Mahasiswa KKN UNP Sosialisasikan POC dan Pestisida Nabati di Nagari Simpang Sugiran | KKN UNP Perkuat Kebun Dasa Wisma di Durian Kapeh Darussalam | 21 Mahasiswa, Satu Pengabdian Besar: Jejak KKN Universitas Andalas di Pasia Laweh | Bawaslu Kota Padang dan GMNI Perkuat Kolaborasi Dorong Pengawasan Partisipatif Mahasiswa | Padang Rencanakan “Car Free Night” untuk Revitalisasi Kawasan Kota Tua | Perkuat Peran Pramuka, Saka Adhyasta Pemilu Kota Padang Resmi Dilantik | Mahasiswa KKN Pakandangan Universitas Andalas Gelar Edukasi SeksualAnak di SD Negeri 12 Enam Lingkung | Pengajian Akbar Subuh Bersama Syekh Abdullah Jaber, Jamaah Padati Masjid Baitul Makmur Nagari Minangkabau | BKPRMI Salurkan Wakaf Al-Qur’an di Nagari Pasia Laweh, Dibersamai Mahasiswa KKN Universitas Andalas | Menakar Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana Kota Padang: Sebuah Ikhtiar Kemanusiaan dan Kebijakan | Konfercab II GMNI Kota Bukittinggi Resmi Dibuka, Dihadiri Wakil Ketua DPRD |
Mahasiswa
Beranda / Kampus / Mahasiswa / GMNI Sijunjung: Ada Upaya Membonceng Nama Organisasi untuk Mendukung Polisi!

GMNI Sijunjung: Ada Upaya Membonceng Nama Organisasi untuk Mendukung Polisi!

Sijunjung, sumbar.ngerti.id — Menyikapi beredarnya flyer berisi dukungan dan apresiasi yang mengatasnamakan GMNI terhadap Kapolres Sijunjung, DPC GMNI Kabupaten Sijunjung memandang perlu memberikan penegasan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. DPC GMNI Kabupaten Sijunjung menegaskan bahwa setiap sikap yang mengatasnamakan organisasi harus lahir melalui mekanisme organisasi yang jelas, terbuka, dan melibatkan struktur yang semestinya. Organisasi tidak dapat direpresentasikan oleh kehendak pribadi maupun kelompok tertentu yang berorientasi pada kepentingan.

“Kami DPC GMNI Kabupaten Sijunjung menegaskan bahwa terkait flyer yang tersebar berada di luar pengetahuan kami, dan GMNI Sijunjung tidak berada pada posisi mendukung ataupun menolak isu pencopotan Kapolres Sijunjung. Bagi kami, persoalan yang berkembang harus disikapi secara objektif, berdasarkan fakta, data, dan mekanisme yang berlaku, bukan atas dasar sentimen maupun kepentingan tertentu,” ujar Baiki Hakim.

Sikap GMNI Sijunjung tidak berdiri pada posisi pro maupun kontra terhadap isu dorongan penggantian Kapolres. GMNI memandang bahwa setiap dinamika sosial harus disikapi secara objektif berdasarkan data, fakta, dan realitas yang terjadi di lapangan, bukan atas dasar kepentingan politik praktis ataupun keberpihakan membabi buta terhadap institusi tertentu. Dorongan penggantian Kapolres sendiri lahir dari keresahan masyarakat sipil yang dijamin dalam prinsip kebebasan berpendapat dan berekspresi, terutama pasca berbagai persoalan serius terkait maraknya pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Sijunjung.

“Di sisi lain, aparat kepolisian juga kerap dijumpai dalam berbagai peristiwa kekerasan dan tindakan represif terhadap masyarakat sipil. Karena itu, menempatkan organisasi kemahasiswaan dalam barisan pembela aparat secara sepihak bukanlah sikap yang ideal maupun sejalan dengan watak gerakan mahasiswa. Independensi organisasi dan ideologi perjuangan harus tetap dirawat. Bagi GMNI Sijunjung, keberpihakan terhadap rakyat dan masyarakat sipil merupakan sikap yang tidak dapat ditawar.” Sambung Bung Baiki.

GMNI Sijunjung menegaskan bahwa organisasi tidak boleh dijadikan alat legitimasi untuk kepentingan segelintir pihak ataupun kendaraan pencitraan kekuasaan. Mencatut nama organisasi tanpa mekanisme kolektif dan tanpa mandat yang sah merupakan tindakan yang mencederai etika gerakan serta mengkhianati prinsip demokrasi internal. Gerakan mahasiswa lahir untuk menjaga nalar kritis dan keberpihakan kepada rakyat, bukan menjadi perpanjangan tangan aparat maupun tameng kekuasaan. Siapapun yang mencoba membonceng nama organisasi demi membangun dukungan sepihak sesungguhnya sedang merusak marwah organisasi itu sendiri.

Perkuat Akar Rumput, GMNI UNP Cetak Generasi Pejuang Pemikir Baru di Kota Padang

Sijunjung, 19 Mei 2026.
GMNI Cabang Sijunjung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *