Close sidebar
Advertisement
GMNI Sijunjung: Ada Upaya Membonceng Nama Organisasi untuk Mendukung Polisi! | Vasco Ruseimy Kecelakaan di Jalur Solsel–Padang, Sempat Rasakan Situasi “Dekat dengan Maut” | Perkuat Akar Rumput, GMNI UNP Cetak Generasi Pejuang Pemikir Baru di Kota Padang | Gelar Sarjana Jadi “Beban”? Ribuan Lulusan di Sumbar Terjebak Pengangguran, Ada Apa? | Rem Blong, Truk Muatan Hantam Tiga Mobil di Jalur Penurunan Padang Besi | Minibus Terjun 50 Meter ke Jurang Lembah Anai, Nasib Tujuh Penumpang Tragis? | Perkuat Reformasi Birokrasi, Bawaslu Kota Padang Tekankan Implementasi Nyata dalam Pengawasan | Massa NasDem Geruduk Kantor Tempo Protes Sampul Karikatur Surya Paloh | Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Energi serta Tantangan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global | Kritik Dikecam, Kekuasaan Diamankan, GMNI Sumbar: Gerakan Mahasiswa Disandera Kepentingan? | Maraknya Pelecehan Seksual pada Anak Sekolah: Saatnya Peran Guru BK Diperkuat | PDI Perjuangan Agam Merandang Bersama Warga Palembayan | KLAIM SEPIHAK , agenda DPC GMNI Bukittinggi silaturahmi dengan DPP GMNI bukan Konsolidasi | Jalan Pulang Pemuda Desa Menuju Kedaulatan Pangan Nasional | Mahasiswa KKN UNP Sosialisasikan POC dan Pestisida Nabati di Nagari Simpang Sugiran | KKN UNP Perkuat Kebun Dasa Wisma di Durian Kapeh Darussalam | 21 Mahasiswa, Satu Pengabdian Besar: Jejak KKN Universitas Andalas di Pasia Laweh | Bawaslu Kota Padang dan GMNI Perkuat Kolaborasi Dorong Pengawasan Partisipatif Mahasiswa | Padang Rencanakan “Car Free Night” untuk Revitalisasi Kawasan Kota Tua | Perkuat Peran Pramuka, Saka Adhyasta Pemilu Kota Padang Resmi Dilantik | Mahasiswa KKN Pakandangan Universitas Andalas Gelar Edukasi SeksualAnak di SD Negeri 12 Enam Lingkung | Pengajian Akbar Subuh Bersama Syekh Abdullah Jaber, Jamaah Padati Masjid Baitul Makmur Nagari Minangkabau | BKPRMI Salurkan Wakaf Al-Qur’an di Nagari Pasia Laweh, Dibersamai Mahasiswa KKN Universitas Andalas | Menakar Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana Kota Padang: Sebuah Ikhtiar Kemanusiaan dan Kebijakan | Konfercab II GMNI Kota Bukittinggi Resmi Dibuka, Dihadiri Wakil Ketua DPRD |
Ekonomi Internasional Nasional
Beranda / Nasional / Diganjar Tarif 32% oleh AS, Said Abdullah: Ini Bukan Timbal Balik, Tapi Tumbal

Diganjar Tarif 32% oleh AS, Said Abdullah: Ini Bukan Timbal Balik, Tapi Tumbal

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menanggapi keras kebijakan tarif 32% yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Menurut Said, kebijakan tersebut bukanlah bentuk hubungan dagang timbal balik (resiprokal), melainkan keputusan sepihak yang merugikan banyak negara.

“Kebijakan Presiden Trump ini bukan semangat resiprokal, tapi justru menumbalkan lebih dari seratus negara demi kepentingan sepihak Amerika. Organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, hingga IMF tampak diabaikan oleh pemerintah AS saat ini,” ujar Said saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Ia menilai bahwa kebijakan tarif sepihak seperti ini justru mendorong negara-negara lain untuk memperkuat kedaulatan ekonomi masing-masing. Bagi Said, semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Amerika setelah Perang Dunia II kini justru ditinggalkan.

“Amerika dulu dihormati karena membangun dunia bersama pasca Perang Dunia. Tapi sekarang, di bawah Trump, Amerika seolah ingin membangun dirinya sendiri dan mengabaikan peran negara lain. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Menghadapi situasi tersebut, Said mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Ia menyarankan agar manajemen fiskal diperketat, serta regulasi disederhanakan guna menciptakan iklim investasi yang lebih ramah bagi investor asing.

Gelar Sarjana Jadi “Beban”? Ribuan Lulusan di Sumbar Terjebak Pengangguran, Ada Apa?

“Kita harus memperkuat pondasi ekonomi kita sendiri. Pengelolaan fiskal harus lebih hati-hati dan deregulasi harus segera dilakukan agar kita lebih kompetitif di mata dunia,” tuturnya.

Meski demikian, Said tetap mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga prinsip perdagangan yang adil dalam setiap perundingan.

“Kami di DPR akan mendorong pemerintah untuk terus bernegosiasi. Tapi tentu dalam kerangka memperjuangkan perdagangan dan tarif yang adil, bukan semata mengikuti kemauan negara lain,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *