Kontributor : Ahmad Maulana Zaim Mujaddid
Pariaman – Liburan sekolah tahun ini akan terasa berbeda di Kota Pariaman. Pantai Gandoriah, salah satu ikon wisata unggulan Sumatera Barat, kembali bersiap menyambut ribuan pengunjung dalam perhelatan budaya tahunan yang telah menjadi tradisi turun-temurun: Festival Tabuik.
Tepatnya pada akhir pekan, 5–6 Juli 2025, kawasan Pantai Gandoriah akan dipadati oleh wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menyaksikan kemeriahan tradisi yang sarat makna ini. Festival Tabuik bukan sekadar atraksi budaya, melainkan cerminan kearifan lokal masyarakat Pariaman dalam memperingati hari Asyura dan mengenang peristiwa Karbala yang penuh hikmah.
Rangkaian acara telah dimulai sejak 1 Muharram 1447 H (27/6/2025) dan digelar di berbagai titik, seperti Simpang 4 Pasar Rakyat hingga Kampung Cino. Setiap hari dipenuhi dengan prosesi budaya khas yang disebut tabik-tabik, sebagai bagian dari pembentukan dan pengiringan tabuik—menara simbolis besar yang akan diarak dan akhirnya dilarung ke laut.
Puncaknya akan berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025. Sejak pagi pukul 05.00 WIB, masyarakat dapat menyaksikan prosesi Tabuik Naiak Pangkek, Tabuik Subarang, hingga Tabuik Dihoyak yang penuh semangat, diiringi dengan gendang tasa, tarian tradisional, silat, dan pertunjukan seni lainnya. Semua akan dipusatkan di Panggung Utama Muaro, Pantai Gandoriah.
Pada sore harinya, acara mencapai klimaks saat dua tabuik utama diarak ke laut untuk dilarung pada pukul 18.00 WIB. Momen ini menjadi simbol pelepasan duka dan bentuk penghormatan spiritual yang penuh kekhusyukan dan keindahan visual. Tahun ini, Festival Tabuik akan semakin semarak dengan kehadiran Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, serta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang dijadwalkan turut menghadiri penutupan acara.
Tak hanya prosesi adat, rangkaian Festival Tabuik 2025 juga dimeriahkan dengan peresmian Museum Budaya Kota Pariaman, sebagai wujud komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda dan wisatawan.
Akses menuju Pantai Gandoriah pun semakin mudah. Wisatawan bisa naik Kereta Api Pariaman Ekspres dengan rute Pauh Lima, Padang Pariaman Naras. Selain tiketnya yang hanya Rp5.000, stasiun kereta berjarak sangat dekat sekitar 200 meter saja dari pantai, menjadikan perjalanan praktis sekaligus menyenangkan karena disuguhi pemandangan sawah dan pedesaan Minangkabau yang asri.
Dengan segala antusiasme masyarakat, dukungan pemerintah, dan semangat pelestarian budaya yang tinggi, Festival Tabuik di Pantai Gandoriah siap menjadi daya tarik utama bagi para pencinta budaya, sejarah, dan wisata religi. Liburan sekolah bukan hanya soal bersenang-senang, tapi juga tentang mengenal jati diri dan kekayaan tradisi daerah. Dan semuanya bisa kamu temukan di sini di jantung budaya Kota Pariaman




Komentar