PADANG, Sumatra Barat – Suasana dini hari yang tenang berubah menjadi kepanikan saat api tiba-tiba membakar rumah-rumah warga di RT 02 RW 03, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025, sekitar pukul 02.21 WIB.
Warga yang tengah terlelap terbangun oleh teriakan dan nyala api yang cepat menyebar. Dalam hitungan menit, beberapa rumah habis terbakar. Tidak ada waktu untuk menyelamatkan harta benda. Yang utama hanya satu: menyelamatkan nyawa.
Sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) dengan total 56 jiwa terpaksa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi. Beberapa dari mereka hanya sempat membawa pakaian di badan. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan beristirahat kini tinggal puing-puing.
Melihat kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang langsung turun tangan. Tanpa menunggu lama, BPBD segera mendirikan tenda pengungsi di sekitar lokasi kebakaran. Tenda ini menjadi tempat sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat agar para korban tidak terlantar di tengah malam.
“Sebagai bentuk tanggap darurat, BPBD Kota Padang langsung mendirikan tenda pengungsi agar warga terdampak memiliki tempat berlindung sementara. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemenuhan kebutuhan dasar para korban seperti logistik dari Dinas Sosial Kota Padang, air bersih, dan layanan kesehatan,” ujar Hendri Zulviton dalam keterangan tertulis yang diterima sumbar.ngerti.id.

Selain mendirikan tenda, BPBD juga menggandeng Dinas Sosial untuk memastikan logistik seperti makanan, selimut, dan pakaian layak pakai tersedia. Sementara itu, akses air bersih dan pemeriksaan kesehatan dari tenaga medis juga disiapkan. Anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi prioritas utama untuk mendapatkan perhatian khusus.
Tak hanya dari pemerintah, bantuan juga datang dari para relawan dan masyarakat sekitar. Mereka saling bahu membahu memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, dan dukungan moral kepada para korban. Aparat kelurahan turut membantu proses pendataan dan penjagaan di lokasi tenda.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, tapi belum ada pernyataan resmi. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Hendri Zulviton juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat elektronik, terutama saat musim kemarau. Ia mengingatkan bahwa kebakaran sering terjadi akibat kelalaian kecil, seperti colokan listrik yang dibiarkan terlalu lama menyala atau kompor gas yang lupa dimatikan.
“Kami mengajak warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di musim kemarau dan saat penggunaan peralatan listrik,” tegasnya.
Pemerintah Kota Padang melalui BPBD juga berjanji akan terus mendampingi para korban hingga kondisi benar-benar pulih. Proses pemulihan psikologis warga, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dalam langkah ke depan.
Salah satu warga terdampak, seorang ibu rumah tangga, dengan mata berkaca-kaca menceritakan bagaimana ia hanya sempat menggendong anak dan keluar rumah tanpa membawa apapun.
Kini, tenda pengungsian yang berdiri di kawasan Parak Gadang Timur menjadi saksi kepedulian bersama. Di sana ada cerita duka, tapi juga harapan. Ada trauma, tapi juga semangat untuk bangkit kembali. Dan yang paling penting, ada bukti nyata bahwa dalam musibah, gotong royong dan solidaritas masih menjadi kekuatan utama masyarakat Kota Padang.
Dalam kondisi seperti ini, satu hal yang dibutuhkan oleh para korban adalah perhatian terus-menerus. Tidak cukup hanya bantuan di awal, tapi juga dukungan hingga mereka bisa kembali menjalani hidup dengan tenang. Pemerintah, masyarakat, dan semua pihak diharapkan terus bergandengan tangan untuk melewati masa sulit ini.
Karena dari puing-puing yang tersisa, selalu ada semangat untuk membangun kembali.




Komentar