Padang, sumbar.ngerti.id — Komunitas lingkungan asal Semarang ZFoundation bekerja sama dengan Ikatan Alumni Diniyyah Pasia (IADP) menggelar kegiatan Volunteer Trauma Healing “Rangkul Korban Bencana Sumbar” pada Minggu (4/7/2026) di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Kegiatan ini melibatkan relawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, serta berkolaborasi dengan Duta DPD RI.
Program trauma healing ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan psikososial masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak dan keluarga, melalui pendekatan berbasis komunitas dan kebersamaan.
Presiden Direktur ZFoundation, Niswatun Shabrina, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial.
“Kegiatan ini kami gagas atas dasar kemanusiaan dan kebermanfaatan bagi manusia lainnya. Kami ingin menghadirkan ruang aman, empati, dan harapan bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Pada awalnya, kegiatan ini direncanakan berlangsung di Salareh Aia, Kabupaten Agam. Namun rencana tersebut dibatalkan menyusul terjadinya banjir dan longsor susulan pada 30 Desember 2025 dan 2 Januari 2026.
Ketua Umum IADP Padang, Aldhy Darza Yustika, selaku penanggung jawab lapangan, mengonfirmasi bahwa perubahan lokasi dilakukan dengan pertimbangan keselamatan relawan.
“Program volunteer ini bukan bagian dari kegiatan rescue. Kami tidak memiliki relawan dengan basic rescue, melainkan basic program. Karena itu, demi keselamatan relawan dan efektivitas kegiatan, kami memutuskan untuk memindahkan lokasi ke Kota Padang,” jelasnya.
Kegiatan trauma healing ini diisi dengan berbagai aktivitas pendampingan psikososial, permainan edukatif, dan interaksi empatik yang bertujuan membantu peserta mengekspresikan emosi serta membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri.
Duta DPD RI, Sutriyani, menilai kolaborasi lintas komunitas ini sebagai langkah strategis dalam upaya pemulihan pascabencana.
“Kolaborasi ini merupakan langkah yang strategis untuk mencapai satu tujuan yang sama dalam upaya pemulihan pasca bencana, khususnya bagi anak-anak. Penanganan pasca bencana membutuhkan sinergi multipihak agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara ZFoundation dan IADP membuka peluang keberlanjutan program sosial ke depan.
“Dengan adanya kolaborasi ini, program dapat dilakukan secara lebih inklusif dan berpotensi berkelanjutan dalam kegiatan-kegiatan peduli sosial selanjutnya. Sebagai Duta DPD RI, kami melihat bahwa ZFoundation dan IADP memiliki program yang sejalan, yakni berorientasi pada keberdampakan nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para pihak berharap nilai solidaritas, empati, dan ukhuwah islamiyyah yang terbangun dapat terus terjaga dan menjadi modal sosial penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi situasi kebencanaan di masa mendatang.




Komentar