Jakarta, sumbar.ngerti.id — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski kasus keracunan massal yang diduga terkait program tersebut terus meluas di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Ia menekankan bahwa kejadian tersebut harus dijadikan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan alasan untuk menghentikannya.
“Yang pertama, tentu semua jenis kejadian harus dijadikan bahan evaluasi. Tidak ada, tidak ada rencana penyetopan. Saya belum mendengar,” kata Cak Imin.
Data terbaru dari Kantor Staf Presiden (KSP) mencatat lebih dari 5.000 orang terdampak di 46 lokasi berbeda. Para korban, yang sebagian besar adalah pelajar, dilaporkan mengalami gejala mulai dari mual hingga harus mendapat perawatan medis.
Sejumlah pakar gizi mengingatkan adanya titik kritis yang harus diperketat, mulai dari proses pengolahan dan penyimpanan makanan, sanitasi dapur, hingga distribusi ke sekolah. Celah dalam rantai logistik disebut berpotensi besar memicu kontaminasi.
Menanggapi lonjakan kasus, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan mengganti penyedia layanan yang tidak memenuhi standar. Di sisi lain, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak evaluasi menyeluruh agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak tersebut tidak lagi membawa risiko bagi kesehatan.
Meski menuai kritik, pemerintah pusat tetap berkomitmen melanjutkan MBG. Cak Imin menegaskan pengawasan berlapis mulai dari pengadaan bahan baku, pengelolaan dapur, hingga distribusi makanan harus diperkuat agar program peningkatan gizi anak bangsa ini benar-benar aman sekaligus efektif.




Komentar