PADANG PANJANG,SUMATERA BARAT – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Dr. Hamka, Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, pada Selasa pagi, 6 Mei 2025. Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan rute Medan–Bekasi terguling setelah mengalami rem blong. Insiden maut ini menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 23 penumpang lainnya.
Bus dengan nomor polisi B 7512 FGA tersebut melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang saat insiden terjadi. Diduga kuat, kegagalan sistem pengereman membuat kendaraan tak terkendali hingga menabrak pagar rumah warga sebelum terguling ke sisi kiri jalan.
“Busnya kencang sekali dari arah atas, saya dengar bunyi rem seperti mendecit, lalu langsung terdengar benturan keras,” ujar Marwan (47), warga setempat yang menjadi saksi mata.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden ini. Dari 12 korban tewas, dua di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu, 13 dari 23 korban luka dalam kondisi kritis dan kini tengah dirawat intensif di RSUD Padang Panjang dan RS Ibnu Sina.
“Kami tengah melakukan olah TKP dan pemeriksaan kendaraan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Dugaan awal adalah rem blong, tapi kami masih dalami,” ujar Irjen Gatot kepada wartawan di lokasi kejadian.
Sopir bus, M. Syehu Hasibuan, selamat namun mengalami luka serius dan belum sadarkan diri. Pihak kepolisian menyatakan sopir dan kernet akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine, setelah kondisi mereka stabil.
Kepedulian terhadap korban juga datang dari PT Jasa Raharja. Direktur Utama Rivan A. Purwantono menyampaikan duka mendalam dan memastikan jaminan santunan bagi seluruh korban.
“Kami akan memberikan hak santunan kepada korban meninggal maupun yang luka-luka. Tim Jasa Raharja telah berada di rumah sakit untuk membantu administrasi dan proses pendataan,” ujar Rivan.
Kecelakaan ini menjadi alarm bagi pihak berwenang untuk memperketat pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan umum, khususnya yang melintasi jalur-jalur rawan di wilayah Sumatera.
“Sudah sering kejadian di turunan ini. Banyak sopir yang tak siap menghadapi kondisi jalan seperti ini, apalagi kalau kendaraannya tidak prima,” tutur Evi Lestari, warga Bukit Surungan yang turut membantu evakuasi korban.




Komentar