Padang — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (9/7). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (11/7), dengan mengangkat tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Tujuannya adalah untuk menyiapkan kader-kader pengawas pemilu dari kalangan masyarakat agar aktif berperan dalam menciptakan pemilu yang bersih dan demokratis.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Sumbar, Alni, S.H., M.Kn., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari strategi jangka panjang Bawaslu.
“Keberhasilan pengawasan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan penyelenggara, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Alni.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyampaikan teori, melainkan juga mengasah keterampilan teknis peserta agar dapat mendeteksi dan mencegah pelanggaran di lapangan. Menurutnya, potensi pelanggaran dapat berasal dari penyelenggara, peserta pemilu, maupun pemilih, sehingga semua lapisan masyarakat perlu dibekali pemahaman dan kemampuan yang memadai.

Sebelum pembukaan resmi, sambutan juga disampaikan oleh Koordinator Divisi Bawaslu Sumbar, Muhamad Khadafi, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas dan masyarakat untuk memperkuat demokrasi yang jujur dan adil.
Sebagai simbol dimulainya kegiatan, Ketua Bawaslu menabuh gong pada pukul 14.50 WIB—penanda semangat kolektif membangun pengawasan pemilu yang partisipatif.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, pemuda, aktivis komunitas, serta tokoh lokal. Salah satu peserta, Muhammad Agazhy Ma’ruf, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Pendidikan pengawasan partisipatif ini membuka mata saya bahwa pemilu bukan hanya urusan elite politik atau penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai warga negara. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mendorong kami untuk aktif di lapangan,” ujar Agazhy.
Ia berharap, kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilu yang bersih semakin meningkat.
Dengan pelaksanaan P2P ini, Bawaslu Sumbar berharap dapat membentuk jaringan pengawasan berbasis masyarakat yang kuat dan independen, guna menyambut tahapan Pemilu 2029 yang sudah mulai dipersiapkan sejak dini.




Komentar