PADANG, sumbar.ngerti.id — Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Kaderisasi dan Ideologi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sumatera Barat, Raihan Nanda Putra, menyoroti keras kondisi bangsa di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Raihan menilai bahwa pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi telah melakukan berbagai manuver politik yang berujung pada terganggunya tatanan alam, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Raihan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @raihannandaaa_, yang turut menandai akun media @gmnipadang dan @gmni_sumbar.
Dalam unggahannya, Raihan secara spesifik menyoroti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ia nilai sebagai bagian dari ambisi politik untuk menyongsong putranya menjadi wakil presiden. Hal ini merujuk pada langkah Gibran Rakabuming Raka yang maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. “Kebanyakan pejabat akan terlihat buruk ketika dia menjabat pada periode kedua. Kita sebut saja Jokowi, pada periode kedua melakukan manuver politik, memaksakan pembangunan IKN dan menyongsong anaknya untuk menjadi wakil presiden,” ujar Raihan dalam unggahannya.
Lebih lanjut, Raihan menegaskan bahwa dampak dari kebijakan tersebut sangat terasa bagi masyarakat. Ia bahkan menyinggung bahwa dalam dua tahun terakhir, berbagai persoalan mendasar seperti kerusakan lingkungan, krisis ekonomi, dan masalah sosial telah menghancurkan kehidupan masyarakat. “Sedangkan di era presiden terburuk dalam sejarah negara ini, dia cuma butuh waktu dua tahun untuk menghancurkan alam, ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Pernyataan Raihan ini sejalan dengan kritik publik yang selama ini menyoroti proyek IKN yang dinilai sarat akan kepentingan politik dinasti dan berpotensi mengorbankan kesejahteraan rakyat. Isu politik dinasti menjadi salah satu sorotan utama dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi Wakil Presiden RI, yang dianggap sebagai kelanjutan dari upaya membangun dinasti politik keluarga Jokowi.
Di akhir unggahannya, Raihan memberikan peringatan keras mengenai kondisi Indonesia ke depan. Dengan menyematkan tagar #2030IndonesiaHancur, ia menyatakan bahwa kehancuran Indonesia bukanlah hal yang mustahil jika kondisi ini terus dibiarkan. “Tampaknya #2030IndonesiaHancur itu bukanlah hal yang mustahil saudara,” tulisnya. Pernyataan ini menjadi penegasan sikap Raihan sebagai kader GMNI yang menuntut evaluasi total terhadap arah kebijakan pembangunan nasional.




Komentar