Oleh : Baiki Hakim
Sijunjung, sumbar.ngerti.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Bawaslu Kabupaten Sijunjung menyelenggarakan Pendidikan Pengawasan Partisipatif pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Sijunjung.
Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini menjadi langkah Bawaslu dalam memperluas kolaborasi dengan generasi muda dan membangun ekosistem pengawasan pemilu yang lebih aktif, terstruktur, dan berintegritas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Heru Rahmat Julisa, membuka kegiatan dengan menyampaikan materi Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu. Heru menekankan pentingnya pencegahan sebagai fondasi utama dalam meminimalisir pelanggaran.
“Pencegahan pelanggaran pemilu terus dilakukan dengan melihat dan mengevaluasi kasus-kasus yang pernah terjadi pada pemilu sebelumnya. Langkah ini penting agar potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak awal. Namun dalam praktiknya, penyelesaian sengketa kerap menemui tantangan, terutama ketika laporan tidak disertai bukti yang memadai atau saksi yang dapat menguatkan dugaan pelanggaran. Kondisi ini membuat banyak sengketa sulit dilanjutkan ke tahap penanganan lebih jauh,” ujarnya.
Peserta yang hadir tampak aktif dan antusias mengikuti diskusi. Mereka berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan se-Kabupaten Sijunjung, yang selama ini menjadi motor penggerak kegiatan kepemudaan serta memiliki posisi strategis dalam mengawal proses demokrasi di tingkat lokal.
Hadir pula Muhamad Khadafi, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Sumbar, serta Fadhlul Hanif, Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Sumbar, bersama jajaran staf lainnya.
Khadafi menyoroti tantangan klasik dalam pemilu, terutama maraknya praktik politik uang yang masih terjadi di banyak daerah.
“Masyarakat hari ini dihadapkan pada tantangan material, terutama money politics yang digunakan saat pemilu. Masyarakat diharapkan mampu memilih calon eksekutif dan legislatif yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar kepentingan individu,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, dia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab lembaga pengawas, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan bermartabat.




Komentar