Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka datang langsung ke Padang untuk melihat dan menghibur anak-anak yang terkena dampak kerusuhan di rumah doa. Sembilan orang pelaku sudah ditangkap polisi.
PADANG, sumbar.ngerti.id – Hari Rabu 30 Juli 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang ke Kota Padang untuk menemui anak-anak yang menjadi korban kerusuhan di rumah doa. Anak-anak ini sedang menjalani penyembuhan trauma di Dinas Sosial Kota Padang.
Kejadian bermula pada hari Minggu, 27 Juli 2025 sore. Sekelompok warga datang ke sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat ibadah oleh jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang di daerah Padang Sarai. Para warga ini meminta jemaat yang sedang beribadah untuk membubarkan diri.
Situasi kemudian memanas dan terjadi kerusuhan. Beberapa anak yang ada di tempat tersebut ikut terkena dampaknya. Dua anak dilaporkan mengalami luka fisik, meski tidak serius.
Polisi bergerak cepat menangani kasus ini. Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin menyatakan masih memikirkan penanganan kasus tersebut, termasuk dengan penyelamatan orang sembilan. Ke-9 orang itu adalah sosok yang terlihat dalam video yang beredar.
“Yang sudah kami amankan sembilan orang, tentunya akan berkembang lagi. Sembilan orang ini adalah yang sesuai di video yang ada,” kata Solihin. Senin (28/7/2025), melalui keterangan tertulis yang di terima sumbar.ngerti.id.
Penyelidikan masih terus berlanjut. Polisi tidak menutup kemungkinan akan menangkap lebih banyak orang lagi jika ditemukan bukti keterlibatan mereka dalam kerusuhan tersebut.
Kasus ini juga menarik perhatian pemerintah pusat. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai telah memerintahkan tim dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian HAM Sumatera Barat (Sumbar) untuk meninjau lokasi kasus dugaan perusakan rumah doa agama Kristen di Padang.
“Saya sudah perintahkan Kanwil Kementerian HAM Sumbar agar turun ke tempat kejadian dan buat laporan. Hari ini akan dilaporkan ke saya,” ucap Menteri HAM, melalui keterangan tertulis yang di terima sumbar.ngerti.id.
Menteri Pigai juga menegaskan bahwa semua pelaku harus diproses sesuai hukum. Dia mengatakan bahwa sikap tidak toleran terhadap agama lain harus dihilangkan dari Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta semua orang untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan berita yang belum jelas kebenarannya.
“Kita minta semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak bertanggung jawab, itu penting untuk menjaga kondusifitas di tengah masyarakat,” kata Gubernur Mahyeldi di Padang, Selasa (29/7/2025), melalui keterangan tertulis yang di terima sumbar.ngerti.id.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, juga menekankan bahwa kejadian ini bukan mencerminkan sikap orang Sumbar atau Minangkabau pada umumnya. Menurutnya, Sumatera Barat adalah rumah untuk semua suku dan agama.
Yang paling menyentuh hati adalah kedatangan Wakil Presiden Gibran ke Padang pada Rabu, 30 Juli 2025. Dia datang langsung ke tempat dimana anak-anak korban sedang menjalani penyembuhan trauma.
Kepala Dinas Sosial Padang, Heriza Syafani, menjelaskan bahwa kedatangan Wapres ini sangat berarti bagi anak-anak. “Jadi, kedatangan beliau, selain memantau, juga berbagi bersama anak-anak dan orangtua dari anak-anak rumah doa. Selain melihat kondisi anak-anak, pasca terjadinya kerusuhan di rumah doa di Padang Sarai, juga memberikan bantuan kepada anak-anak seperti alat-alat permainan dan buku tulis dan lain-lain, dan melihat satu anak yang pada saat kejadian itu terkena secara fisik,” terangnya. melalui keterangan tertulis yang di terima sumbar.ngerti.id.
Anak-anak terlihat sangat senang dan terkejut bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden. Selama ini mereka hanya melihat foto Wapres di sekolah atau kantor-kantor pemerintah. Kini mereka bisa bercengkrama langsung dengannya.
Wapres Gibran juga memberikan hadiah berupa alat tulis dan mainan untuk anak-anak. Dia berpesan kepada petugas agar terus memberikan pendampingan yang baik supaya anak-anak bisa pulih sepenuhnya dari trauma yang mereka alami.
Kejadian di Padang Sarai ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku, agama, dan budaya. Perbedaan ini seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Pemerintah sudah bertindak tegas dengan menangkap para pelaku dan memberikan perlindungan kepada korban. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita semua bisa belajar untuk saling menghormati dan hidup berdampingan dengan damai.
Anak-anak yang menjadi korban dalam kejadian ini diharapkan bisa pulih sepenuhnya dan melanjutkan hidup mereka dengan normal. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan hal ini bisa terwujud.
Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya agar tidak menambah ketegangan di tengah masyarakat.




Komentar