Padang, sumbar.ngerti.id — Suasana politik kampus Universitas Andalas (Unand) mulai menghangat setelah Badan Pemilihan Umum (BPU) secara resmi melaksanakan pencabutan nomor urut pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM KM Unand 2026, Acara yang digelar di Studio PKM Universitas Andalas lantai 2 (7/11/2025).
Dalam agenda tersebut, BPU menetapkan tiga pasangan calon yang akan bersaing dalam Pemira tahun ini. Proses pencabutan nomor urut juga dihadari oleh perwakilan KPU Padang yaitu Randi Aditama. “Pemira Unand 2025 haruslah mengedepankan gagasan dan ide. Menjaga marwah demokrasi kampus sebegai reprsentasi demokrasi yang baik bagi masyarkat dan siapapun yang terpilih jadilah pemimpin yang bisa merangkul”.ujar Randi dalam kata sambutanya.
Pasangan Shabbarin Syakur dan Muhammad Firdan resmi mendapatkan nomor urut 1. Shabbarin merupakan Gubernur BEM KM Fakultas Pertanian (FP), sementara Firdan menjabat sebagai Gubernur BEM KM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Keduanya dikenal aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa.
Nomor urut 2 diraih oleh pasangan Deffan Adiya Sopandy dan Hanif Mujahid Wahindra Witono. Deffan merupakan Menteri Kebijakan Daerah BEM KM Unand, sedangkan Hanif merupakan Wakil Gubernur BEM KM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Pasangan ini banyak dikenal melalui keterlibatan mereka dalam isu-isu kebijakan kampus daerah dan nasional.
Sementara itu, pasangan Muhammad Nabil Azka dan Muhammad Fajri memperoleh nomor urut 3. Nabil merupakan Menteri Lingkungan Hidup BEM KM Unand, dan Fajri adalah Gubernur BEM KM Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Keduanya menonjol dengan gagasan kepemimpinan yang berorientasi pada inklusivitas, sinergitas, advokasi, dan implementasi.
Acara pencabutan nomor urut ini menjadi penanda resmi dimulainya masa kampanye. Setelah agenda tersebut, setiap pasangan calon dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya seperti kampanye diaogis, kampanye monologi dan debat publik.
Pemira BEM KM Unand 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memilih pemimpin yang mampu mengakomodasi aspirasi lintas fakultas dan memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Andalas.




Komentar