Internasional, sumbar.ngerti.id – Beberapa kota di Eropa, Turki, dan Amerika Latin menjadi saksi aksi massa yang meluas setelah Angkatan Laut Israel mencegat konvoi Global Sumud Flotilla dan menahan ratusan aktivis. Aksi demonstrasi ini muncul sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis yang ditahan, serta kecaman terhadap apa yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional oleh Israel.
Di Turki, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan konsulat Israel dan Amerika Serikat di Istanbul, dengan spanduk dan poster yang mengecam tindakan Israel. Demonstran juga menyuarakan perlunya pertanggungjawaban internasional atas insiden tersebut. Di provinsi-provinsi lain seperti Diyarbakır, Elazığ, dan Mardin juga terjadi aksi serupa, dengan massa membawa bendera Palestina dan menyampaikan tuntutan agar para aktivis segera dibebaskan.
Di Eropa, ribuan orang turun ke jalan di negara-negara seperti Spanyol, Belgia, Perancis, Inggris, Jerman, dan Yunani. Demonstrasi di Paris diadakan di depan kedutaan serta kantor kedutaan Israel, sementara di Brussels warga berkumpul di depan Kementerian Luar Negeri. Para demonstran menuntut pembebasan segera aktivis yang ditahan dan distribusi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Di Amerika Latin, kota‑kota seperti Bogotá, Mexico City, Buenos Aires, dan Montevideo juga menyelenggarakan aksi massa besar. Peserta menyampaikan solidaritas terhadap warga yang ditahan dan menyerukan agar blokade terhadap Gaza dihentikan agar bantuan pangan dan medis bisa langsung tersalurkan.
Anadolu Ajansı
Reaksi politik juga muncul di Turki melalui partai‑pemerintah. AK Party menyerukan agar Israel segera membebaskan semua aktivis yang ditahan dalam operasi pencegatan tersebut, dengan menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap hak asasi dan sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”.




Komentar