Jakarta, sumbar.ngerti.id — Pemerintah akhirnya buka suara terkait sejumlah kasus duvan keracunan massal yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf sekaligus keprihatinan atas insiden tersebut dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (19/9).
“Pemerintah memohon maaf dan turut prihatin atas beberapa peristiwa yang terjadi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah memastikan akan mengevaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lebih dari 5.300 siswa di berbagai daerah di Indonesia mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Gejala yang diderita korban meliputi mual, muntah, diare, hingga lemas. Kasus paling banyak terjadi di Garut, Jawa Barat, dengan lebih dari 500 pelajar terdampak, serta di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dengan ratusan siswa harus mendapatkan perawatan medis.
Sejumlah pakar dan lembaga pengawas, termasuk Ombudsman RI, menilai pelaksanaan program MBG masih bermasalah. Dugaan sementara keracunan dipicu oleh lemahnya standar kebersihan, distribusi yang tidak terkontrol, serta minimnya pengalaman dapur penyedia dalam produksi makanan skala besar.
Pemerintah memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus menjamin program MBG berjalan aman dan sesuai tujuan awalnya, yakni pemenuhan gizi anak sekolah.




Komentar