Padang, sumbar.ngerti.id – Lembaga riset independen POLSTRA Research & Consulting mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk berpartisipasi aktif dalam menilai kinerja pejabat publik melalui survei bertajuk “Suara untuk Sumbar”. Program ini dirancang sebagai wadah evaluasi terhadap presiden, DPR, dan DPRD selama satu tahun terakhir.
Direktur POLSTRA Research & Consulting, Yovaldri Riki Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat partisipasi publik dalam proses evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Ia menegaskan, peran masyarakat sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pejabat publik.
Masyarakat yang ingin memberikan penilaian dapat langsung berpartisipasi melalui tautan resmi survei di https://bit.ly/SuaraUntukSumbar. Survei ini terbuka untuk seluruh warga Sumatera Barat dan menjadi wadah partisipasi publik agar suara masyarakat tersampaikan secara terukur dan berbasis data.
“Survei ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan mereka secara objektif terhadap kinerja pemerintah dan pejabat publik. Kami ingin mendorong keterlibatan publik melalui cara yang terukur dan berbasis data,” ujar Yovaldri.
Yovaldri menambahkan, masyarakat Sumbar selama ini dikenal memiliki kesadaran politik yang tinggi, namun penyaluran pendapat sering kali hanya terjadi di ruang informal seperti media sosial. Karena itu, survei ini diharapkan menjadi media partisipasi yang lebih sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Melalui survei ini, masyarakat bisa menyalurkan pendapatnya dengan dasar yang jelas. Hasilnya nanti akan menjadi bahan refleksi bersama, baik bagi masyarakat sendiri maupun bagi pejabat publik dalam memperbaiki kinerja mereka,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa POLSTRA tidak hanya mengumpulkan data, tetapi berkomitmen menjadikan hasil survei sebagai pijakan evaluatif yang konstruktif. Survei ini diharapkan mampu menggambarkan persepsi masyarakat terhadap kebijakan dan pelayanan pemerintah, sekaligus menjadi dorongan bagi pejabat publik untuk bekerja lebih baik.
“Suara untuk Sumbar diharapkan menjadi wadah aspirasi warga agar suara mereka tidak hanya terdengar, tetapi juga berdampak terhadap kebijakan,” tambah Yovaldri.
Hasil survei akan diumumkan secara terbuka pada akhir November mendatang, dan dapat diakses publik sebagai bentuk transparansi informasi serta dorongan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Sumatera Barat.




Komentar