Oleh : Charlina Anggreini
Padang (31/08/2025 ) – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) yang semestinya menjadi kegiatan pengabdian, dalam semalam justru menjadi misteri yang mencemaskan. Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Andalas ( Unand ) yang melaksanakan KKN di Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat dilaporkan dengan dugaan hilang ketika melakukan kegiatan tracking di Hutan Pauh Sangik.
Berdasarkan informasi dari pihak kampus, mahasiswa tersebut berangkat bersama rombongan yang terdiri dari Pihak Nagari, Wali Nagari, Wali Jorong, dan Staf Nagari tersebut hilang kontak pada pukul 16.00 WIB. Keluarga dan pihak kampus pun mulai gelisah mengingat rombongan yang mulanya berniat melakukan kegiatan tracking tersebut, tidak kunjung kembali hingga pukul 23.00 WIB. Seluruh pihak mulai melakukan tindakan untuk melakukan pencarian terhadap kelompok tersebut. Hingga menjelang dini hari, setengah dari rombongan dikabarkan telah ditemukan.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa para mahasiswa sebenarnya tidak benar-benar hilang, melainkan sedang berada di lokasi terpencil dengan sinyal komunikasi yang sangat terbatas. Hebohnya dugaan dibalik hilangnya mahasiswa KKN dan Perangkat Nagari ini dikarenakan kesalahpahaman komunikasi.
“Kami tidaklah hilang, akan tetapi ada beberapa kendala yang membuat kami serombongan lambat ketika turun.” Tutur Arif Rahman Hidayatullah, Mahasiswa KKN Nagari Pauh Sangik
“Jalur yang kami lalui berbeda dari jalur awal kedatangan, menimbang kondisi jalur yang cukup curam untuk dilalui kembali. Dan jalur yang kami pilih tersebut memiliki jarak yang lebih jauh dari pada jalur kedatangan kami.” Lanjut Arif
Hal tersebut sedikit menjelaskan bahwa salah satu alasan yang menyebabkan lambatnya rombongan tersebut turun ialah dikarenakan jalur yang memutar dan berbeda dari jalur yang digunakan ketika kedatangan.
“ Ditambah dua diantara teman kami mengalami cedera dan keram. Dan jalur yang kami pilih sebagai jalur kembali, terganggu dengan adanya pohon tumbang. Sehingga kami meraba-raba jalur untuk mencari aliran sungai agar dapat mengetahui jalur kembali. “ Tutur Arif
“ Dan untuk kami yang hilang kabar, di lokasi yang kami lalui itu tidak terjangkau oleh sinyal.” Lanjut Arif
Pihak kampus telah memastikan bahwa semua mahasiswa dalam keadaan aman dan akan segera kembali setelah menyelesaikan tugas. Sementara itu, keluarga mahasiswa yang sempat panik mulai lega setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak universitas. .




Komentar