Pariaman – Tahun ajaran 2025/2026 di SD Negeri 16 Sungai Sirah, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dimulai dengan pemandangan tak biasa. Di ruang kelas I, hanya satu bangku kecil yang terisi. Isnaini Bilqis Amar menjadi satu-satunya murid baru yang tercatat di sekolah tersebut.
Kondisi itu membuat suasana kelas terasa sepi, tanpa canda dan tawa teman sebaya. Meski demikian, semangat belajar Bilqis tak surut. Setiap pagi, ia datang ke sekolah dengan penuh antusias, disambut hangat oleh para guru yang tetap setia menjalankan tugas mereka.
“Kami tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Meskipun hanya satu siswa, komitmen kami untuk memberikan pendidikan terbaik tetap tidak berubah,” ujar salah seorang guru di sekolah tersebut.
Kondisi itu membuat suasana kelas terasa sepi, tanpa canda dan tawa teman sebaya. Meski demikian, semangat belajar Bilqis tak surut. Setiap pagi, ia datang ke sekolah dengan penuh antusias, disambut hangat oleh para guru yang tetap setia menjalankan tugas mereka.
“Kami tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Meskipun hanya satu siswa, komitmen kami untuk memberikan pendidikan terbaik tetap tidak berubah,” ujar salah seorang guru di sekolah tersebut.
Minimnya jumlah peserta didik baru menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah yang berada di pinggiran Kota Pariaman ini. Faktor geografis, jumlah anak usia sekolah yang sedikit, serta kemungkinan migrasi penduduk, diduga menjadi penyebab rendahnya angka pendaftaran.
Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk mengatasi tantangan ini, agar pemerataan pendidikan tetap terjaga di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah dengan jumlah siswa yang minim.
Meski sendiri, Bilqis menunjukkan bahwa semangat belajar tidak bergantung pada jumlah teman, tetapi pada tekad dan dukungan dari lingkungan sekitar.




Komentar