Padang, sumbar.ngerti.id — Pemerintah Kota Padang akan menggelar simulasi penanggulangan gempa dan tsunami yang melibatkan masyarakat secara luas pada Rabu, 5 November 2025. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya sadar bencana di Kota Padang.
Simulasi ini dipusatkan di zona merah rawan tsunami dan akan diikuti sekitar 200.000 jiwa dari delapan kecamatan, yakni Koto Tangah, Padang Barat, Padang Timur, Bungus Teluk Kabung, Nanggalo, Padang Selatan, Padang Utara, dan Lubuk Begalung.
Pemerintah Kota Padang mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam latihan ini. Langkah tersebut dinilai sangat penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat memahami jalur evakuasi, kecepatan respons, serta prosedur penyelamatan yang tepat.
“Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci dalam upaya mitigasi bencana. Kami berharap warga mengikuti arahan petugas sehingga terbentuk pemahaman bersama ketika situasi darurat terjadi,” ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyebut kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan simulasi edukatif berskala besar yang dirancang untuk meminimalisir risiko korban bila gempa dan tsunami benar-benar terjadi.
BPBD mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak resmi. Pemerintah juga memastikan petugas lapangan akan ditempatkan di sejumlah titik untuk memandu proses evakuasi selama simulasi berlangsung.
Masyarakat diharapkan menyiapkan diri dan keluarga serta memahami lokasi titik kumpul aman terdekat dari tempat tinggal masing-masing.




Komentar