Jakarta, ngerti.id — Penantian panjang Harry Kane untuk mengangkat trofi akhirnya terbayar setelah Bayern Munchen resmi mengunci gelar juara Bundesliga musim 2024/2025. Gelar ini menjadi pencapaian pertama sang penyerang asal Inggris sepanjang karier profesionalnya.
Sejak memulai debut bersama Tottenham Hotspur pada 2011, Kane dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif di dunia, namun bayang-bayang kutukan tanpa gelar selalu mengiringinya. Ia sempat membawa Spurs ke final Liga Champions 2019 dan dua final Piala Liga Inggris, serta memimpin Inggris hingga final Euro 2020 dan 2024, tetapi selalu harus puas di posisi kedua.
Harapan baru muncul saat Kane hijrah ke Bayern Munchen pada musim panas 2023. Namun musim perdananya bersama Die Roten berjalan sulit, karena Bayern gagal mempertahankan dominasi mereka di Bundesliga setelah 11 tahun berturut-turut menjadi juara.
Musim ini menjadi titik balik. Kane tampil luar biasa dengan mencetak 36 gol dan 12 assist, menjadi sosok sentral dalam kebangkitan Bayern. Kepastian gelar Bundesliga didapat usai pesaing terdekat, Bayer Leverkusen, ditahan imbang Freiburg 2-2, membuat Bayern unggul poin yang tak terkejar meski kompetisi masih menyisakan dua laga.
Meski absen dalam laga terakhir akibat akumulasi kartu kuning, Kane tetap ambil bagian dalam perayaan juara timnya. Ia dan para pemain Bayern menggelar pesta meriah di sebuah restoran di Munich dengan nuansa penuh euforia — dari nyanyian “We Are The Champions” hingga momen berfoto dengan cerutu dan sampanye.
Gelar ini tidak hanya mengakhiri “kutukan” yang melekat pada Kane, tetapi juga mempertegas statusnya sebagai salah satu striker terbaik dunia. Ia kini menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak 60 gol dalam 60 pertandingan Bundesliga dan berpeluang besar merebut Sepatu Emas.
Dalam pernyataannya, Kane mengaku bersyukur atas pencapaian ini dan berambisi menambah koleksi trofi bersama Bayern. Perayaan resmi gelar Bundesliga dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei mendatang di Allianz Arena, di hadapan para pendukung setia Bayern.




Komentar