Oleh: Aldhy Darza Yustika
TANGERANG SELATAN – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengembangkan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk dunia pendidikan. Aplikasi ini bertujuan mendukung efektivitas pembelajaran bagi siswa, guru, dan wali murid, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan digital.
Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama antara GMNI Cabang Kota Padang yang diwakili oleh Fahkrul Ramdhan Fatan, bersama GMNI Komisariat Teknologi Tangerang Selatan dan GMNI Kabupaten Bekasi. Mereka menyatakan bahwa pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
“Aplikasi ini dirancang agar siswa dapat mengakses materi pelajaran, latihan soal, serta sumber belajar tambahan secara lebih mudah. Guru juga dapat memantau kemajuan belajar siswa secara waktu nyata,” ujar Fahkrul Ramdhan Fatan saat ditemui dalam temu wicara di sebuah kafe di Tangerang Selatan, Minggu (20/7).
Menurut Ketua GMNI Tangerang Selatan, Grasberg da Orlando Nahumaruy, inovasi ini lahir sebagai respons atas tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di era digital. Ia menambahkan, selain fitur interaktif, aplikasi ini juga berfungsi sebagai media kolaborasi antara guru dan wali murid.
“Salah satu tujuannya adalah mempercepat transformasi digital dalam pendidikan, terutama di daerah yang minim sarana,” kata Orlando.
Dalam acara temu wicara tersebut, turut hadir beberapa tokoh pendidikan dan masyarakat. Salah satu tokoh pendidikan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut.
“Kami sangat mendukung, karena pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa,” ujarnya.
Rencana peluncuran aplikasi ini masih dalam tahap finalisasi. Tim pengembang berencana menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan agar aplikasi ini dapat diterapkan di berbagai sekolah dan lembaga pendidikan lokal.
(Adl/Dza)




Komentar