Padang, sumbar.ngerti.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Gubernur BEM Fakultas, serta ketua BEM se-lingkungan kampus mengeluarkan pakta integritas untuk menegaskan sikap independen gerakan mahasiswa.
Langkah ini dilakukan menyusul aksi demonstrasi pada 1 September 2025 yang dinilai sebagian pihak sarat kepentingan kelompok tertentu.
Deklarasi pakta integritas tersebut digelar di Gedung Pusat Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Andalas, Rabu (3/9/2025) pukul 13.00 WIB.
Sejumlah perwakilan mahasiswa hadir untuk menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak berafiliasi dengan kepentingan politik praktis maupun elite tertentu.
Aksi 1 September lalu membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghapusan tunjangan DPR, reformasi kepolisian, hingga percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.
Aksi yang berlangsung di Sumatera Barat tersebut diikuti ratusan mahasiswa lintas universitas, komunitas ojek online, hingga masyarakat sipil.
Meski berjalan tertib, aksi itu memunculkan asumsi tentang adanya pihak luar yang menunggangi gerakan mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, BEM KM Unand menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa adalah murni suara nurani, bukan sandiwara politik.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis, mahasiswa menyebut gerakan mereka lahir dari keresahan nyata atas kondisi bangsa, bukan rekayasa atau pesanan.
“Kami menolak segala bentuk demonstrasi yang dikendalikan oleh kepentingan politik praktis.
Aksi mahasiswa adalah respon murni atas persoalan bangsa, bukan produk pesanan,” tulis pernyataan resmi BEM KM Unand.
Selain itu, mahasiswa Universitas Andalas juga mengecam keras segala bentuk upaya menjadikan gerakan mahasiswa sebagai panggung pencitraan segelintir elite.

Mereka menegaskan bahwa pengorbanan mahasiswa tidak boleh diperdagangkan, karena perjuangan ini adalah milik rakyat.
Gerakan mahasiswa Unand menutup pernyataan sikapnya dengan komitmen untuk terus berdiri bersama rakyat dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi yang sehat, serta masa depan bangsa yang bermartabat.
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!” menjadi seruan penutup pernyataan tersebut.




Komentar