Padang, sumbar.ngerti.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Padang menunjukkan komitmen dan empati tinggi terhadap masyarakat terdampak bencana alam galodo yang melanda wilayah Lumin, Kota Padang. GMNI Unbrah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik yang dibutuhkan warga.
Gerak Cepat, Prioritaskan Kebutuhan Mendesak
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan GMNI Unbrah, Dani. Ia menjelaskan bahwa pihaknya segera mengumpulkan donasi dan mengonversinya menjadi bantuan yang paling dibutuhkan, yaitu makanan siap santap.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar korban, terutama makanan, terpenuhi secepat mungkin. Kami memahami bahwa pada masa awal bencana, dapur umum belum sepenuhnya beroperasi, sehingga masyarakat sangat membutuhkan asupan energi,” ujar Dani, pengurus cabang GMNI Padang yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Setibanya di lokasi terdampak, yang merupakan salah satu titik terparah di kawasan Lumin di sekitar pinggiran sungai, tim GMNI Unbrah langsung mendistribusikan puluhan paket makanan kepada warga yang masih terisolasi.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Aksi kemanusiaan ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan. Kegiatan ini menjadi perwujudan nyata dari semangat marhaenisme serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai mahasiswa, kami adalah bagian dari rakyat. Bencana ini adalah duka kita bersama. Kami akan terus berupaya menggalang dana dan memastikan bantuan terdistribusi secara tepat sasaran. Ini adalah panggilan kemanusiaan dan wujud komitmen kami pada ajaran Bung Karno untuk selalu berada di garis terdepan membela kaum marhaen,” tegas Dani, perwakilan GMNI Unbrah.
Harapan Warga
Salah seorang warga setempat mengungkapkan harapan agar pemerintah segera membangun posko tanggap darurat. Hingga bantuan dari GMNI Unbrah disalurkan, posko resmi dilaporkan masih belum didirikan.




Komentar