Oleh : Charlina Anggreini
Batusangkar, Sumatera Barat – ‘Batu Angkek-Angkek’ salah satu destinasi unik di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang gemar di kunjungi. Destinasi ini terletak tepatnya 11 km dari Pusat Kota Batusangkar, di Nagari Tanjuang, Kecamatan Sungayang. Tidak jauh dari Mesjid Raya Sungayang. Konon, batu ini hanya bisa diangkat oleh orang dengan niat baik. Benarkah ada kekuatan magis dibaliknya, atau hanya sugesti belaka ?
Batu Angkek-Angkek (yang berarti “batu angkat-angkat” dalam bahasa Minang) telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat setempat. Menurut kepercayaan masyarakat, batu ini telah berumur lebih dari 600 tahun sesuai dengan usia dari keluarga yang menjaga batu tersebut. Batu yang dipercaya oleh masyarakat sebagai simbol akan terwujudnya dan dimudahkannya sebuah niat jika niat tersebut adalah hal yang baik. Tak sedikit pengunjung yang penasaran mencoba mengangkat batu ini. Ada yang berhasil dengan mudah, ada pula yang meski mengerahkan tenaga sekuat mungkin, tetapi batu tersebut tidak bisa terangkat.
“Batu Angkek-Angkek ini dipercaya dapat memperlihatkan keterwujutan dari sebuah niat orang yang mengangkatnya. Akan tetapi, itu tidaklah sepenuhnya benar. Terwujudnya niat seseorang itu tergantung dari usaha orang tersebut,” ucap Hadi Putra, salah seorang warga setempat yang menjaga hingga merawat Batu Angkek-Angkek.
“Tidak berhasil mengangkat Batu Angkek-Angkek, bukan berarti niat tersebut tidak terwujud. Akan tetapi mungkin perlu usaha yang lebih lagi untuk mencapainya,” sambung Hadi.
Menurut cerita turun temurun, batu ini ditemukan seperti sebuah “Jengkol” ketika penanaman tiang tuo Rumah Gadang yang berada di Nagari Tanjung, Sungayang, Batusangkar. Akan tetapi yang berhasil diambil hanya bagian separuh dari batu tersebut, dan sisi lainnya dibiarkan terbenam di bawah tiang tuo.
Telah banyak peneliti yang mendatangi Batu Angkek-Angkek untuk diteliti. Massa yang berubah-ubah menjadi misteri bagi peneliti hingga detik ini. Sebagai benda mati, tentu secara ilmiah memiliki massa yang tetap jika tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Akan tetapi berbeda dengan batu ini, batu angkek-angkek menjadi pengecualian atas berlakunya sifat benda mati tersebut. Namun, bagi masyarakat setempat, penjelasan ilmiah tidak menghilangkan keyakinan akan kekuatan adikodrati batu tersebut.
Jadi, berani untuk menjadi salah satu yabg mengaangkat batu tersebut? Siapa tahu Anda menjadi salah satu yang dapat mengangkat batu tersebut!




Komentar