Jakarta, sumbar.ngerti.id – Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop oleh Kejaksaan Agung, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) berinisial NAM dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dirinya tidak bersalah dan kebenaran akan segera terungkap.
Saat digiring oleh petugas menuju mobil tahanan pada Kamis (4/9/2025), NAM menyampaikan pernyataan singkat namun penuh keyakinan di hadapan awak media.
“Saya tidak melakukan apa pun,” tegas NAM. “Tuhan akan melindungi saya, kebenaran akan keluar.”
Dalam pernyataannya, NAM berulang kali menekankan prinsip integritas dan kejujuran yang ia klaim telah dipegang teguh sepanjang hidupnya. Baginya, kedua nilai tersebut adalah hal yang paling utama.
“Allah akan mengetahui kebenaran. Bagi saya, seumur hidup saya integritas nomor satu, kejujuran adalah nomor satu,” ujarnya.
Dengan nada tegar, ia menutup pernyataannya dengan menyerahkan nasibnya kepada Tuhan. “Allah akan melindungi saya insyaallah,” tutur dia.
NAM dijerat sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek untuk periode 2019-2022, yang spesifiknya terkait pengadaan laptop Chromebook. Meskipun menghadapi proses hukum dan penahanan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan, NAM memilih untuk menonjolkan pembelaan dirinya dari sisi moral dan keyakinan spiritual.




Komentar