Kontributor : Zacky Satria
Agam, sumbar.ngerti.id — Masa pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas di Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi berakhir pada awal Februari 2026. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa menjalani pengabdian yang sarat kebersamaan, pembelajaran sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan KKN yang berlangsung sejak 2 Januari hingga 7 Februari 2026 ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Muhammad Iqbal Abdi Lubis, S.TP, M.P. Sebanyak 21 mahasiswa menjalankan program secara intensif di seluruh jorong dengan semangat kolaborasi, meskipun dalam keterbatasan waktu dan sumber daya.
Prosesi penutupan kegiatan dihadiri oleh perangkat nagari, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan. Dalam suasana penuh kehangatan, masyarakat menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan yang kuat.
Program Utama Sistem Informasi dan Pemetaan Nagari
Sebagai fondasi kegiatan, mahasiswa mengembangkan Program Utama Sistem Informasi dan Pemetaan Nagari yang meliputi:
Pengelolaan website nagari, Pemetaan pariwisata, Pemetaan kebudayaan, dan Pemetaan kebencanaan.
Program ini menjadi dasar perencanaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan turunan.
Rangkaian Program Kerja Turunan Berdasarkan hasil pemetaan, mahasiswa melaksanakan 12 program turunan, meliputi:
- Bidang Kesehatan, melalui pemeriksaan door to door, pendampingan posyandu, serta edukasi PHBS, SIGIBER, dan kesehatan reproduksi.
- Pertanian dan Peternakan, melalui pembuatan kompos, pestisida nabati, amoniasi jerami, dan briket.
- Pemberdayaan Ekonomi dan Literasi Digital, melalui pendataan UMKM, edukasi pemasaran digital, dan literasi menabung anak.
- Kebudayaan, Sejarah, dan Literasi Lokal, melalui pendataan rumah gadang, sosialisasi sejarah, dan penyusunan buku Nagari Yang Kami . Pelajari.
- Kebencanaan, melalui edukasi mitigasi, pendampingan pascabencana, dan pemetaan wilayah rawan.
- Pengembangan Pariwisata, melalui pendataan, dokumentasi, dan publikasi potensi wisata.
- Edukasi Anak (Program Psikologi “Kenali Emosimu”), melalui edukasi emosi, tabung emosi, dan pohon harapan.
- Program Kampuang Rancak, melalui gotong royong, penataan lingkungan, dan pengecatan ruang publik.
- Kegiatan Sosial dan Keagamaan, melalui pengisian Isra’ Mi’raj dan pendampingan distribusi wakaf Al-Qur’an.
- Aksi Sosial dan Infrastruktur, melalui pembuatan pegangan jalan lansia, pengecatan jembatan, dan perbaikan fasilitas umum.
- Kebersihan Lingkungan, melalui kegiatan rutin kebersihan dan penataan permukiman.
- Administrasi dan Dokumentasi Nagari, melalui pendataan kegiatan dan dokumentasi lapangan.
Seluruh program dijalankan secara terpadu dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dampak dan Capaian Program
Meskipun hanya berjumlah 21 orang, seluruh program berhasil dilaksanakan secara optimal. Keberhasilan ini ditopang oleh kerja tim yang solid, pendampingan dosen pembimbing, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dampak yang dirasakan antara lain:
Meningkatnya kesadaran kesehatan dan kebersihan, Menguatnya literasi sejarah dan identitas lokal, Bertambahnya kapasitas ekonomi dan digital warga, Meningkatnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana, Lingkungan yang lebih tertata dan ramah lansia, dan Tersusunnya dokumentasi nagari berbasis buku
Makna Pengabdian
Bagi masyarakat, mahasiswa KKN telah menjadi mitra, pendamping, sekaligus sahabat dalam berbagai aktivitas pembangunan nagari. Sementara bagi mahasiswa, Pasia Laweh menjadi ruang belajar sosial yang membentuk empati, tanggung jawab, dan kepekaan terhadap realitas masyarakat.
KKN Universitas Andalas di Pasia Laweh membuktikan bahwa pengabdian yang dijalankan dengan kesungguhan mampu meninggalkan jejak bermakna, baik bagi masyarakat maupun bagi generasi muda yang terlibat di dalamnya.
(Z/S)




Komentar