Dharmasraya, sumbar.ngerti.id – Angka kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Annisa Suci Ramadhani–Leli Arni terbilang mencolok. Survei Polstra Research & Consulting mencatat 75,6 persen warga Dharmasraya menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Annisa–Leli pada tahun pertama masa jabatan mereka, sebuah capaian yang menunjukkan dominannya penilaian positif dari masyarakat.
Survei yang dilaksanakan pada 23 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 tersebut melibatkan 400 responden yang tersebar di berbagai nagari di Kabupaten Dharmasraya. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, sehingga hasilnya dinilai cukup merepresentasikan pandangan publik.
Hasil survei juga menunjukkan 11,2 persen responden menyatakan tidak puas, sementara 13,2 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab, menandakan masih adanya kelompok masyarakat yang bersikap kritis atau menunggu hasil kerja lanjutan dari pemerintah daerah.
Direktur Eksekutif Polstra Research & Consulting, Yovaldri Riki Putra, menilai tingkat kepuasan tersebut tidak lepas dari gaya kepemimpinan yang dinilai aktif dan dekat dengan masyarakat. “Mayoritas warga menilai kinerja Annisa–Leli cukup terasa di lapangan. Kepala daerah dinilai sering turun langsung ke masyarakat, responsif terhadap persoalan, serta mulai menghadirkan perbaikan infrastruktur dan layanan dasar,” ujar Yovaldri.
Temuan Polstra ini juga mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Tesha Dwi Putri, menilai angka kepuasan di atas 70 persen mencerminkan keberhasilan kepemimpinan di tingkat lokal. “Dalam studi politik lokal, kepuasan publik di atas 70 persen menandakan kombinasi antara kebijakan yang berjalan efektif, komunikasi publik yang baik, serta citra kepemimpinan yang positif,” ujar Tesha, Rabu (7/1/2026).
Menurut Tesha, capaian tersebut sekaligus mematahkan stigma lama yang kerap dilekatkan pada politik lokal di Sumatera Barat, khususnya terkait kepemimpinan perempuan. Ia menilai hasil survei ini menunjukkan bahwa resistensi kultural terhadap pemimpin perempuan mulai terkikis ketika kinerja dirasakan langsung oleh masyarakat. “Di Kabupaten Dharmasraya, Annisa–Leli justru membuktikan sebaliknya, bahwa kepemimpinan perempuan dapat berjalan efektif dan mendapatkan kepercayaan luas dari publik,” katanya.
Alasan kepuasan masyarakat paling banyak disampaikan dalam survei adalah kinerja pemerintah yang dinilai baik, disusul persepsi bahwa kepala daerah sering turun ke masyarakat, responsif, serta adanya perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik. Sejumlah responden juga menilai program-program pemerintah mulai terealisasi meski belum sepenuhnya merata.
Untuk menjaga akurasi, Polstra melakukan validasi data dengan membandingkan karakteristik demografis responden dengan data BPS serta menerapkan quality control melalui spot check sebesar 40 persen dan phone check sebesar 60 persen. Hasil survei ini pun menjadi gambaran awal bagaimana masyarakat Dharmasraya menilai arah kepemimpinan daerah pada tahun pertama pemerintahan Annisa–Leli.




Komentar