Agam, sumbar.ngerti.id — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bukittinggi menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah Sungai Batang Maninjau, Kabupaten Agam, pada 20–21 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial pascabencana alam yang berdampak pada kehidupan masyarakat setempat, khususnya anak-anak sebagai kelompok yang rentan mengalami trauma psikologis.
Program trauma healing difokuskan pada pendampingan psikososial anak-anak terdampak bencana. Berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif dilaksanakan, seperti permainan kelompok, menggambar, bernyanyi, serta kegiatan interaktif lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengurangi trauma dan mengembalikan rasa aman serta keceriaan anak-anak.
Ketua DPC GMNI Bukittinggi, Putra Rahmad Yudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam membantu masyarakat pascabencana.
“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma setelah bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu memulihkan kondisi psikologis mereka serta menghadirkan kembali senyum dan semangat,” ujarnya.
Kegiatan trauma healing ini juga didampingi langsung oleh Ketua DPD GMNI Sumatra Barat, Fikri Lafendra. Ia menjelaskan bahwa kegiatan dirancang agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan.
“Kami berupaya menciptakan suasana yang aman dan ceria agar anak-anak merasa nyaman. Harapannya, mereka dapat perlahan bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” tuturnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Sungai Batang Maninjau mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di wilayah tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak terlihat lebih ceria dan mulai berani berinteraksi kembali,” ungkapnya.
Melalui kegiatan trauma healing ini, DPC GMNI Bukittinggi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana serta menumbuhkan semangat solidaritas, kepedulian sosial, dan gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai marhaenisme di tengah masyarakat Kabupaten Agam.




Komentar