Kontributor : Keni Savina (Bendahara Umum DEMA UIN Bukittinggi)
BUKITTINGGI, sumbar.ngerti.id- Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djamgek Bukittinggi tampil menyampaikan orasi kebangsaan pada hari ketiga Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di kampus tersebut.
Diketahui, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi telah menggelar PBAK kepada mahasiswa baru selama tiga hari, yaitu pada Rabu (20/8/2025) hingga Jumat (22/8/2025). PBAK diselenggarakan di Student Center (SC) kampus tersebut.
Presma UIN bukittinggi Ghazi Falih menyampaikan orasi kebangsaan di acara PBAK kepada ribuan mahasiswa baru angkatan 2025.
Bendahara Umum DEMA UIN Keni Savina, mengatakan bahwa orasi yang di sampaikan oleh Presma Ghazi Falih adalah bentuk kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi bangsa hari ini, di tengah banyaknya persoalan-persoalan yang terjadi.
“Sebagai mahasiswa agen of change agen sosial kontrol tentu kita harus melihat situasi bangsa ini dan berani menyuarakan kebenaran dimanapun itu yang pro terhadap rakyat kecil,” kata Keni.
Dia juga mengapresiasi orasi disampaikan oleh Ghazi Falih yang terkait Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia dengan nada kritis.
Ia menilai kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakadilan sosial, kesenjangan ekonomi, hingga kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada rakyat dihadapan mahasiwa baru.
Keni menekankan pentingnya mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai perjuangan. Ia merasa termotivasi karena orasi Presma. “Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus mengobarkan semangat juang demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Untuk diketahui juga, kegiatan pengenalan Ormawa Dema UIN Bukittinggi dihadiri oleh seluruh jajaran kepengurusan. Saat orasi yang disampaikan oleh Presma UIN, jajaran kepengurusan turut membentangkan spanduk perlawanan terkait kondisi bangsa hari ini.
Salah satu tulisan ada di spanduk tersebut ialah ‘Indonesia Cemas’.
(*)




Komentar