Close sidebar
Advertisement
Refi Virgorita Nahkodai PA GMNI Kabupaten Solok, Siap Perjuangkan Kaum Marhaen | Raihan Nanda Putra Sebut Era Kepemimpinan Jokowi Hancurkan Alam hingga Sosial Ekonomi, Singgung Manuver Politik dan IKN | Dilema Alih Fungsi Lahan di Tanah Datar antara Pembangunan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan | Empat Tahun UU Pelindungan Data Pribadi, Sudahkah Kita Terlindungi? | Pendamping PKH Tanjung Raya Gandeng Rutan Maninjau Fasilitasi Narapidana Daftar Perlinsos | Sengketa Kawasan Sikabau dengan PT KBL Dharmasraya: Ketika Tanah Ulayat Berhadapan dengan Administrasi Negara | Menembus Narasi “Bencana Alam”: Mengurai Konflik Kepentingan dan Kompromi Diam-Diam dalam Galodo Solok | KTD GMNI Cabang Solok Dorong Kader Perkuat Ideologi dan Kepedulian Sosial | HASIMARU Unbrah: Momentum Sambut Maba dan Aksi Kepedulian Sosial | Gerakan Mengajar Desa Kota Padang Bangun Kolaborasi Pendidikan Melalui Program Inspirasi Desa Batch III | Aksi Main Hakim Sendiri terhadap Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Picu Perdebatan Publik soal Ketimpangan Hukum | Catatan Hitam Pendidikan Kota Padang: Ketika Sekolah Bukan lagi Tempat Safe Space Bagi Anak | KPU Kabupaten Padang Pariaman Luncurkan RANGKIANG DATA, Perkuat Tata Kelola Data dan Keterbukaan Informasi Publik | Fikri Lafendra Siap Maju sebagai Calon Ketua DPD KNPI Kota Bukittinggi, Usung Semangat Persatuan dan Gotong Royong | Dari Pulau Karam untuk Masa Depan Pesisir: Conservation Camp 2026 Dorong Restorasi Mangrove Mandeh | Menyibak Jejak “Perdamaian Koto Piliang”: Penemuan Situs Medan Nan Bapaneh di Nagari Simawang | Mahasiswa Ilmu Sejarah Unand Gelar Pameran Visualisasi Sejarah Berbasis Media Kreatif | Haul ke-56 Bung Karno di Padang Jadi Ruang Refleksi Lintas Organisasi Kepemudaan, Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Keberpihakan kepada Rakyat | HMI Cabang Padang: Dinamika Yang Tak Kunjung Usai | Membaca Warisan Budaya dari Desa Hangping | GMNI Sijunjung: Ada Upaya Membonceng Nama Organisasi untuk Mendukung Polisi! | Vasco Ruseimy Kecelakaan di Jalur Solsel–Padang, Sempat Rasakan Situasi “Dekat dengan Maut” | Perkuat Akar Rumput, GMNI UNP Cetak Generasi Pejuang Pemikir Baru di Kota Padang | Gelar Sarjana Jadi “Beban”? Ribuan Lulusan di Sumbar Terjebak Pengangguran, Ada Apa? | Rem Blong, Truk Muatan Hantam Tiga Mobil di Jalur Penurunan Padang Besi |
Daerah Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Sinergi Pengawasan Pemilu: PJKIP dan Bawaslu Tanah Datar Rancang Kerja Sama Strategis

Sinergi Pengawasan Pemilu: PJKIP dan Bawaslu Tanah Datar Rancang Kerja Sama Strategis

TANAH DATAR, sumbar.ngerti.id – Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi, sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan insan pers menjadi krusial untuk menjamin pemilu yang transparan dan berintegritas. Menjawab tantangan tersebut, Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kabupaten Tanah Datar dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat mengambil langkah proaktif dengan merancang sebuah nota kesepahaman (MOU) kerja sama.

Inisiatif ini mengemuka dalam sebuah pertemuan yang digelar di kantor Bawaslu Tanah Datar pada hari Senin, 25 Agustus 2025. Rombongan pengurus PJKIP yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Rezki Aryendi, diterima dengan hangat oleh Ketua Bawaslu Tanah Datar, Andre Aski, beserta Komisioner Zulman Hendrizal dan jajaran kesekretariatan.

Ketua Bawaslu Tanah Datar, Andre Aski, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif PJKIP. Menurutnya, peran jurnalis sangat vital dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka kolaborasi dengan PJKIP Tanah Datar. Kami percaya bahwa jurnalis memegang peranan penting dalam mendukung serta mengawasi penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil,” ungkap Andre Aski.

Ia menambahkan bahwa Bawaslu berkomitmen untuk terbuka dan bekerja sama dengan para jurnalis yang memiliki kepedulian tinggi terhadap penguatan demokrasi di Tanah Datar.

Refi Virgorita Nahkodai PA GMNI Kabupaten Solok, Siap Perjuangkan Kaum Marhaen

Dari pihak PJKIP, Rezki Aryendi menegaskan bahwa tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam pemilu.

“Kami berharap dapat menjalin sinergi yang solid dengan Bawaslu Tanah Datar. Fokus kami tidak hanya pada sosialisasi partisipasi pemilu, tetapi juga dalam hal pengawasan dan pelaporan terhadap seluruh proses pelaksanaan pemilu di wilayah Kabupaten Tanah Datar,” jelas Rezki.

Lebih lanjut, Rezki menyatakan kesiapan PJKIP untuk menjadi mitra diskusi dan dialog dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemilu dan demokrasi.

Nota kesepahaman yang tengah dirancang ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi PJKIP dan Bawaslu untuk memperkuat pengawasan partisipatif, sehingga pemilu di Tanah Datar dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Dilema Alih Fungsi Lahan di Tanah Datar antara Pembangunan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *