SOLOK SELATAN, sumbar.ngerti.id – Suara tawa anak-anak memenuhi ruang kelas SDN 12 Pincuran Tujuh saat mahasiswa Universitas Andalas datang berkunjung. Mereka tidak datang untuk mengajar matematika atau bahasa Indonesia biasa, tapi membawa misi khusus: membuat anak-anak suka membaca buku.
Kunjungan ini dilakukan mahasiswa KKN Tematik Literasi 2025 yang dipimpin Muhammad Faiz Saqif. Mereka datang dua kali, pertama tanggal 26 Juli dan kedua tanggal 4 Agustus 2025. Tujuannya sederhana tapi penting: membuat anak-anak senang membaca sejak kecil.
Program ini bagian dari kegiatan KKN yang fokus membantu Taman Bacaan Masyarakat Rumah Nagari Lubuk Gadang Selatan. Mahasiswa tidak hanya bekerja di satu tempat, tapi juga menyebarkan semangat membaca ke sekolah-sekolah. SDN 12 Pincuran Tujuh dipilih karena letaknya strategis dan anak-anaknya punya potensi besar untuk suka membaca.
Hari pertama, mahasiswa mengajak anak-anak melakukan kegiatan “Membaca Bersama”. Semua duduk melingkar seperti bermain, lalu membaca buku cerita anak bersama-sama. Setelah membaca, mereka ngobrol santai tentang isi cerita yang baru dibaca.
Yang paling seru adalah sesi dongeng dengan alat peraga. Mahasiswa menyiapkan boneka dan gambar-gambar menarik untuk bercerita. Anak-anak langsung antusias dan ikut terlibat dalam cerita. Suasana kelas jadi hidup dan menyenangkan.
Azzahra Putri M salah satu mahasiswa KKN, menjelaskan cara mereka mengajar. “Kami ingin menanamkan kebiasaan membaca dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak lebih mudah menerima pesan ketika mereka menikmati prosesnya,” katanya.

Pendekatan ini sengaja dibuat semenarik mungkin. Tujuannya agar anak-anak merasa bahwa membaca bukan kewajiban yang berat, tapi kegiatan yang menyenangkan seperti bermain.
Hari kedua lebih menantang. Mahasiswa mengajak anak-anak membuat cerita pendek dari pengalaman mereka sendiri. Setiap anak dibimbing satu atau dua mahasiswa untuk menulis cerita sederhana.
Kegiatan ini melatih dua hal sekaligus. Pertama, merangsang imajinasi dan kemampuan menulis anak. Kedua, membangun kepercayaan diri saat mereka harus membacakan cerita di depan kelas.
Hasilnya mengejutkan. Anak-anak yang tadinya malu-malu, berani maju ke depan dan bercerita. Mereka bangga dengan karya yang mereka buat sendiri.
Soriamas, Kepala SDN 12 Pincuran Tujuh, memberikan pujian untuk kegiatan ini. Menurutnya, kunjungan mahasiswa membawa perubahan positif dalam cara belajar mengajar di sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Kegiatan ini sangat positif dan memberikan dampak langsung kepada siswa. Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut di masa depan,” ungkapnya.
KKN Tematik Literasi 2025 ini akan berjalan selama 40 hari. Puncaknya adalah acara Panggung Literasi yang akan diadakan saat perayaan 17 Agustusan. Di acara tersebut, hasil karya anak-anak akan ditampilkan, termasuk pembacaan puisi oleh siswa-siswi setempat.
Program ini menunjukkan bahwa menumbuhkan minat baca tidak harus dengan cara yang kaku dan membosankan. Dengan pendekatan yang tepat dan menyenangkan, anak-anak bisa jatuh cinta pada buku dan cerita sejak usia dini.




Komentar