Oleh : Retno Kurnia Rahman Mahasiswa Departemen Ilmu Politik, Aktivis GmnI Komisariat Unand
Beberapa waktu ini warganet dihebohkan dengan kemunculan “JOLLY ROGER”. Sebenarnya apakah Jolly Roger ini? Bagi penikmat animasi kartun dari Jepang atau sering disebut anime, Jolly Roger merupakan sebuah bendera bajak laut dari anime terkenal yang berjudul One Piece, anime ini menceritakan seorang bajak laut muda yang berlayar dengan penuh kebebasan tanpa adanya keinginan untuk menguasai, menghancurkan dan mendiskriminasi kelompok mana pun. Kelompok inilah yang menggunakan bendera bajak laut dengan lambang tengkorak dengan topi jerami sebagai simbol perjalanannya. Lalu apakah hubungannya dengan yang sedang marak digaungkan oleh warganet di media sosial terutama menjelang hari kemerdekaan Indonesia?
Disinilah kita akan membahasnya, seperti dibahas sebelumnya, Jolly Roger merupakan simbol dari kebebasan dan keceriaan, namun dalam animenya ada satu pihak yang sangat reaktif dengan simbol ini yaitu PEMERINTAH DUNIA. Pemerintah dunia menganggap simbol tersebut sebagai sebuah teror yang dapat mengganggu keseimbangan dunia, dan karena hal inilah pemerintah dunia sangat ingin menghancurkan kelompok yang menggunakan simbol tersebut. Lalu apa hubungannya dengan masyarakat Indonesia dan hari kemerdekaan?
Seperti yang kita ketahui, banyak berita miring yang terjadi di dalam negeri kita tercinta, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, nepotisme dan banyak berita miring lainya yang ternyata dilakukan oleh penguasa negeri sendiri. Melihat kondisi inilah masyarakat akhirnya sadar dan mengerti bahwa apa yang sedang terjadi di dunia One Piece benar-benar terjadi di Indonesia tercinta, karena itulah masyarakat berbondong-bondong menunjukkan bentuk keprihatinan terhadap kondisi negara dengan mengibarkan bendera Jolly Roger ini. Namun sayang beribu sayang, bentuk keprihatinan masyarakat ini dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap bangsa Indonesia.
Mengutip dari Detiknews, Sufmi Dasco Ahmad wakil ketua DPR RI mengatakan bahwa pengibaran bendera Jolly Roger tersebut merupakan simbol makar atau bentuk upaya menjatuhkan pemerintah, dan meminta untuk tidak mengibarkan bendera tersebut. Begitulah tanggapan Sufmi Dasco terkait fenomena ini. Tidak hanya sampai disitu ,Menko Polkam bahkan ingatkan adanya ancaman pidana bagi masyarakat yang mengibarkan bendera tersebut. Tanggapan dari orang-orang yang seharusnya menerima kritikkan dari masyarakat dengan lapang dada berubah menjadi sesosok kelompok orang yang anti kritik bahkan dengan bentuk kritik paling tidak menyakiti sama sekali. Pengiringan opini publik seolah-olah setiap orang yang mengibarkan bendera tersebut adalah pemberontakan semakin memperlihatkan betapa bobroknya mental dari orang-orang yang saat ini duduk di kursi kekuasaan.
Jika hanya karena simbol yang ada di bendera tersebut dipermasalahkan oleh pemerintah, bukankah seharusnya mereka juga mempermasalahkannya ketika wakil presiden terpilih (Gibran Rakabuming Raka) pada masa debat cawapres juga menggunakan simbol yang ada di bendera tersebut? Hal ini bisa dilihat ketika debat cawapres yang dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2024 yang lalu. Kenapa mereka yang berkuasa hari ini pada saat ini bersorak sorai dan mengeluh-eluhkan cawapres yang menggunakan simbol tersebut? Berbeda dengan yang terjadi saat ini,di saat masyarakat Indonesia yang menggunakan simbol tersebut kenapa tiba-tiba penguasa kepanasan dan menentang dengan sangat hal tersebut? Kenapa orang-orang berkuasa ini berfikir paradoks dan menyampaikan pendapat yang seolah-olah memperlihatkan merekalah oknum pemerintah dunia yang ada di dalam dunia One Piece yang anti kritik dan menentang kebebasan untuk rakyatnya.
Mereka yang seharusnya berbenah diri atas banyaknya kebijakan-kebijakan yang tidak menguntungkan rakyat, mereka yang seharusnya paham bahwa setiap langkah yang diambil harus sejalan dengan yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia, namun fakta berkata lain, kebijakan pajak yang semakin gila-gilaan, kebijakan terkait pemblokiran rekening yang sewenang-wenang, bentuk penegakan hukum yang semakin tumpul keatas dan tajam ke bawah, apakah rakyat butuh itu semua? Tentu saja tidak, hal itulah yang seharusnya diperbaiki dan dibenahi, tetapi lucunya malah berkomentar seolah-olah pengibar bendera Jolly Roger adalah pemberontak bangsa.
Apakah pengibaran bendera Jolly Roger ini merupakan sebuah bentuk pemberontakan? Tentu tidak, masyarakat hanya ingin didengar, masyarakat ingin suaranya sampai kepada orang-orang yang berkuasa, dan hal inilah yang dapat dilakukan oleh masyarakat, bahkan dengan sekian banyak aksi yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintah seolah-olah tutup mata dan telinga. Apakah pemberontak benar-benar muncul dari dalam masyarakat Indonesia? Atau ternyata pengkhianat sebenarnya berada di dalam jajaran penguasa yang memiliki akses luas di dalam pemerintahan pada saat ini? Pemerintah ada untuk mengayomi masyarakat, pemerintah ada untuk melaksanakan tugas yang diberikan negara demi kesejahteraan bangsa, pemerintah ada karena masyarakat ada, oleh karena itu apapun langkah kebijakan yang diambil haruslah benar-benar mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Bukan hanya menguntungkan sekelompok orang, keluarga, ataupun etnis saja.
Sebagai kata penuntup, simbol maupun bendera Jolly Roger bukanlah bentuk PEMBERONTAKAN yang dilakukan oleh masyarakat, tapi bentuk perlawanan terhadap ketidakjelasan sistem yang ada saat ini, bentuk ketidakpercayaan masyarakat atas pemerintah sendiri, dan disaat hal ini terjadi, haruslah mereka yang berkuasa mulai berbenah diri bukan malah balik menyerang bangsa sendiri. Di balik fenomena ini terdapat harapan yang besar dari seluruh rakyat Indonesia, harapan bangsa untuk Indonesia yang lebih baik, harapan menjadi bangsa yang besar, yang berdiri atas kehendak rakyatnya, dan berkenaan dengan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 80 tahun. Masyarakat selalu mendoakan yang terbaik, untuk masa depan bangsa Indonesia.




Komentar